About Me

Berusaha semaksimal mungkin untuk membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan saya. Tak akan pernah berpangku tangan dalam hal sosial. menebarkan virus-virus jiwa optimis dan semangat juang yang tinggi dalam hal positif :)

Páginas

About this blog

Blog ini sengaja saya buat untuk membantu para mahasiswa psikologi pada khususnya dalam berbagai hal tentang dunia psikologi. Semoga dengan adanya blog ini semua kebutuhan teman-teman dapat terpenuhi :)

Total Pageviews

Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

About Me

Buscar

Sabtu, 15 Juni 2013


MENGAKTIFKAN KEKUATAN PIKIRAN
Tahukah Anda bahwa pikiran memiliki kekuatan yang dahsyat dan dapat melakukan keajaiban dalam kehidupan Anda? Itulah faktanya, pikiran sanggup mendatangkan kesuksesan, kesehatan dan keuntungan lain dalam hidup Anda. Hanya saja, Anda harus tahu rahasianya—bagaimana mengaktifkan kekuatan pikiran itu. Lantas bagaimana caranya?
Di sini saya tidak akan berbicara mengenai cara berpikir atau menciptakan sebuah ide. Namun,
saya akan membahas tentang energi atau kekuatan pikiran dalam arti sesungguhnya. Pikiran Anda memiliki kekuatan (power) yang tidak Anda sadari. Dan, di sinilah letak keterkaitan antara kekuatan pikiran dan iman—hanya satu persen orang yang mengetahui rahasia ini, sedangkan 99% lainnya masih belum menyadari akan potensi terbesar ini.
Kesuksesan dan kegagalan pada dasarnya tergantung dari bagaimana Anda mempergunakan kekuatan pikiran Anda. Apabila Anda menggunakan pikiran Anda dengan baik, maka ia dapat mendatangkan kebaikan yang tak terhingga. Sebaliknya, jika Anda tidak bisa memanfaatkan pikiran Anda dengan baik, justru Andalah yang akan menjadi sakit.
Kekuatan pikiran dapat mewujudkan kejaiban yang menakjubkan. Dalam sebuah seminar motivasi, misalnya, Anda bisa melihat bagaimana para motivator atau trainer mensugestikan kekuatan pikiran mereka kepada para audience. Hasilnya, para audience pun terkagum-kagum dan termotivasi untuk melakukan apa yang trainer tersebut katakan. Itulah, salah satu bukti kekuatan pikiran.
Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini dimulai dari pikiran. Dari pikiran itu kemudian muncullah kemungkinan yang selanjutnya menjadi tujuan, melahirkan tindakan, dan akhirnya menjadi kenyataan.
Orang zaman sekarang mungkin tidak akan bisa menikmati fasilitas telepon tanpa pikiran yang dipelopori oleh Alexander Graham Bell. Berawal dari ketertarikannya dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan bunyi-bunyian, ilmuwan asal Skotlandia ini berhasil membuat sebuah pesawat penerima telepon dan pemancar yang berupa piringan hitam tipis yang dipasang di depan elektromagnet. Dan, untuk pertama kalinya ia berhasil mengirimkan sebuah kalimat berbunyi, “Watson, come here, I want you” pada tanggal 10 Maret 1876. Watson adalah nama salah satu rekannya yang membantu dalam penelitiannya. Kini, dengan berbagai inovasi, penemua Alexander Graham Bell dinikmati oleh jutaan orang di seluruh penjuru dunia.
Demikian pula kita juga tidak akan bisa melihat terangnya dunia saat malam tiba tanpa pikiran yang terbetik di benak Thomas Alva Edison. Kita tak akan bisa menikmati transportasi udara (pesawat terbang) tanpa pikiran Wright bersaudara. Kita juga tak akan bisa melakukan perjalanan laut (kapal) tanpa adanya pikiran dari Archimedes. Kereta api pun mungkin tak akan kita kenal tanpa pikiran Murdock. Semuanya dimulai dari pikiran, melahirkan perbuatan, kemudian menjadi kenyataan. Pikiran adalah sumber segala sesuatu.
Lalu, bagaiman cara mengaktifkan kekuatan pikiran? Lebih mudahnya saya akan bertanya kepada Anda. Dalam proses mencari pekerjaan atau berwiswasta, misalnya, apakah Anda berpikir bahwa Anda sudah melakukan semua hal yang benar, tetapi hasilnya masih belum memuaskan Anda? Atau, Anda sudah berusaha sungguh-sungguh dan mempunyai kemauan yang sangat kuat untuk berhasil, namun belum ada hasil yang sesuai dengan harapan Anda?
Perlu Anda ketahui bahwa rantai terakhir perjalanan usaha Anda dalam mendapatkan pekerjaan atau sukses berwiraswasta adalah dengan mengaktifkan kekuatan pikiran Anda secara efektif. Potensi kekuatan pikiran pada dasarnya dimiliki oleh semua orang, hanya saja kebanyakan orang tidak mengaktifkan kekuatan pikirannya secara sadar. Para peniliti di dunia sepakat bahwa kebanyakan manusia hanya menggunakan 10% saja dari kapasitan pikiran masing-masing. Sementara orang-orang sukses menggunakan lebih dari 10% dari kapasitan pikiran yang mereka miliki dan mereka telah berhasil mengaktifkan kekuatan pikiran mereka.
Saat bicara mengenai pikiran, maka satu hal yang tidak bisa kita abaikan adalah peran otak. Otak kita (manusia) mempunyai struktur dan fungsi yang sangat kompleks. Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa otak manusia mempunyai miliaran sel saraf (neuron) yang menyusunnya. Sel-sel saraf tersebut membentuk ribuan sambungan antarneuron yang disebut dendrit  yang berbentuk mirip sarang laba-laba dan akson yang berbentuk memanjang. Otak manusia berkomunikasi melalui ratusan triliun jaringan (synapses) dan dipenuhi oleh senyawa cairan otak (neurochemicals), di mana kilatan listrik berloncatan diantara jaringan dan senyawa tersebut untuk mengirimkan sinyal atau pesan.
Otak adalah komputer ciptaan Tuhan yang jauh lebih canggih dari superkomputer mana pun buatan manusia. Ini karena otak memungkinkan manusia dapat memilih secara independen sebelum melakukan suatu pemikiran dan tindakan, di mana pemikiran dan tindakan tersebut akan menghasilkan pancaran energi tertentu ke alam semesta. Pancaran energi manusia yang sering disebut energi mikrokosmos itu akan secara terus-menerus berinteraksi dengan energi yang tersedia di alam semesta (energi makrokosmos).
Seseorang yang melakukan pemikiran dan tindakan yang baik, tanpa disadari sebenarnya dia telah memancarkan energi berfrekuensi tinggi ke alam semesta. Energi frekuensi tinggi sendiri adalah energi yang berkaitan dengan segala hal yang baik. Sebaliknya, energi frekuensi rendah adalah energi yang berkitan dengan hal yang kurang baik. Sehingga, secara sederhana energi frekuensi tinggi dapat kita sebut sebagai energi baik dan energi frekuensi rendah sebagai energi buruk.
Jika Anda tanpa sadar hanya sedikit memancarkan energi baik ke alam semesta, berarti Anda hanya menggunakan sebagian kecil dari potensi otak Anda. Maka, yang perlu Anda lakukan adalah berlatih dengan sistematis untuk bisa mengaktifkan potensi kekuatan pikiran Anda agar dapat memanfaatkan energi yang tersedia di alam semesta secara maksimal. Dengan kekuatan pikiran yang diaktifkan, Anda dapat memanfaatkan energi baik di alam semesta ini untuk membantu meningkatkan kapasitas diri sekaligus berusaha menghindari energi buruknya.
Semua dimulai dari pikiran. Apakah Anda berpikir Anda bisa atau tidak bisa, dua-duanya akan benar. Jika Anda berpikir Anda bisa, maka Anda akan bisa. Begitupun jika Anda berpikir tidak bisa, maka Anda pun tidak bisa. Dan inilah yang menjadi faktor pembeda orang sukses dan orang yang gagal. Pengaktifan kekuatan pikiran merupakan modal penting dalam diri untuk meraih kesuksesan. Energi di alam semesta akan menguatkan energi baik yang terpancar dari pikiran Anda.
Kekutan pikiran yang diaktifkan akan membuat energi yang ada pada diri Anda menjadi sinkron dengan energi besar makrokosmos yang ada di alan semesta. Sehingga, Anda dapat memanfaatkan energi yang tersedia di alam semesta. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, energi makrokosmos alam semesta terdiri atas energi makrokosmos baik dan energi makrokosmos buruk. Meskipun tidak terlihat, namun energi ini mempunyai dampak baik yang sangat luar biasa bila manusia dapat memanfaatkannya dengan benar. Sebaliknya, energi ini akan memberikan dampak buruk luar biasa bila pikiran manusia secara tidak sadar memancarkan enegi buruk, di mana energi buruk tersebut akan bertemu dengan energi buruk makrokosmos alam semesta yang akan kembali kepada manusia tersebut dalam bentuk yang tidak pernah diharapkannya.

0 komentar: